pandangan Politik 2014

Menurut
saya Pemilihan umum (pemilu) adalah
salah satu progran atau saran untuk melaksanakan kesejahteraan atau kedaulatan
rakyat berdasarkan azas langsung,umum,bebas,rahasia serta jujur dan adil
pemilihan ini ditunjukan untuk memilih anggota DPR,DPD,DPRD PROVINSI,DAN DPRD
KABUPATEN /KOTA sesuai dengan uu No.8 tahun 2012. politik yang dilaksanakan
pada tahun ini tepatnya pada tanggal 09 April 2014 sangatlah
berbeda dengan pemilihan-pemilihan umum yang telah di laksanakan pada
tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah membuat program atau rencana yang
baru demi kemaslahatan atau kesejahteraan rakyatnya yakni dengan memilih
perwakilan rakyat dengan secara langsung yakni dengan pemilihan DPR,DPD,DPRD
PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN/KOTA. Sangatlah bangus ,Karena masyarakat bebas
memilih siapa saja yang dia sukai atau yang dia percaya yang bisa menjaga
amanat darinya akan menjadi pemimpinnya nanti/ wakil rakyat periode 2014/2019 tanpa ada paksaan dari pihak
manapun.
Akan
tetapi rencana atau program pemerintah
yang di laksanakan ini menurut saya mempunyai beberapa kekurangan diantarany seperti membuat masyarakat kebinggungan jujur saja
khususnya di daerah saya masyarakatnya merasa sangat kebingungan dengan 4
kertas yang berbeda ,mengeluarkan dana yang tidak sedikit berapa banyak dana
pemerintah atau uang rakyat yang di keluarkan untuk di gunakan membiayai pemilihan umum (pemilu).kurangnya
sosialisasi dari para calon DPR,DPD,DPRD PROVINSI,DPRD KABUPATEN/KOTA.
IAID Ciamis
Terakreditasi BAN-PT
Rektor
Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

Visi
Program Studi
Fakultas Syari'ah (S1)
1. Ahwal Al-Syakhshiyyah (Terakreditasi)
2. Ekonomi Syari'ah
Fakultas Tarbiyah (S1)
1. Pendidikan Agama Islam (Terakreditasi)
2. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Terakreditasi)
3. Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Program Pascasarjana (S2)
1. Prodi Pendidikan Islam (Terakreditasi)
Konsentrasi :
a. Pendidikan Agama Islam (PAI)
b. Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
c. Supervisi Pendidikan Islam (SPI)
Sarana Prasarana dan Kegiatan
Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
Visi
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual , ketangguhan iman, kepekaan nurani dan kekuatan moral.
Misi
1. Melaksanakan pengajaran dan mengembangkan ilmu dan nilai-nilai Islam.
2. Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam.
3.
Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional,
analitis, berorentasi pada pemecahan masalah dan berpandangan jauh ke
depan.
4. Melaksanakan penelitian dalam rangka mengembangkan keilmuan dan pengabdian masyarakat.
5.
Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan
dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan.
6. Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
Kurikulum Pendidikan
Kurikulum
Institut Agama Islam Darussalam diarahkan pada pemberian pengalaman
belajar yang berorientasi pada kompetensi yang telah ditetapkan. Muatan
kurikulum Institut Agama Islam Darussalam terdiri dari empat unsur
terintegrasi :
1. Unsur yang membangun kemampuan dasar ilmu-ilmu keislaman yang tercermin dalam Mata Kuliah Umum (MKU).
2.
Unsur yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir
reflektif-filosofis serta kehandalan metodologis dalam menghadapi
problematika keagamaan dan masyarakat yang tercermin dalam Mata Kuliah
Dasar Keahlian (MKDK).
3. Unsur yang berfungsi untuk mengembangkan spesialisasi program studi yang tercermin dalam Mata Kuliah Keahlian (MKK).
4.
Unsur yang berfungsi untuk memperkaya, melengkapi dan mendukung
kemampuan akademik dan profesiaonal mahasiswa yang tercermin dalam Mata
Kuliah Pilihan/Pendukung (MKP).
Fakultas Syari'ah (S1)
1. Ahwal Al-Syakhshiyyah (Terakreditasi)
2. Ekonomi Syari'ah
Fakultas Tarbiyah (S1)
1. Pendidikan Agama Islam (Terakreditasi)
2. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Terakreditasi)
3. Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Program Pascasarjana (S2)
1. Prodi Pendidikan Islam (Terakreditasi)
Konsentrasi :
a. Pendidikan Agama Islam (PAI)
b. Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
c. Supervisi Pendidikan Islam (SPI)
Sarana Prasarana dan Kegiatan

SMA Plus Darussalam
Terakreditasi A
Kepala
Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd.

Visi
Program dan Kurikulum Pendidikan
Sarana Prasarana dan Kegiatan
Kepala
Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd.
Visi
Unggul dalam logika, etika dan estetika secara profesional yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya.
Misi
1. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama.
2. Membentuk kepribadian unggul dan tangguh yang dilandasi iman dan takwa.
3. Meningkatkan kinerja profesional dalam pelaksanaan proses pendidikan pada setiap komponen sekolah.
4. Menumbuhkan minat dan prestasi belajar dengan mengoptimalkan teknik pembelajaran dan sumber daya belajar.
5. Menciptakan manajemen sekolah yang terbuka.
6. Mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh komponen yang terkait.
7. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan demokratis.
8. Memberdayakan semua komponen sekolah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
9. Menumbuhkan apresiasi seni.
10. Menumbuhkan budaya tertib, budaya bersih dan peduli.
Program dan Kurikulum Pendidikan
Sarana Prasarana dan Kegiatan
MAN Darussalam
Terakreditasi A
Kepala
Dra. Hj. Eulis Fadlilah Jauhar Nafisah, M.Pd.I
Visi
Menjadi
madrasah yang unggul dalam pendidikan kepemimpinan dan pengajaran yang
berbasis pesantren serta penanaman semangat siswa dalam meraih prestasi.
Misi
1.
Mendidik dan membina siswa dalam proses pendidikan integral sebagai
bagian dari pendidikan kepemimpinan yang kuat dan berkarakter.
2.
Memadukan sistem pembelajaran madrasah dan sistem pendidikan pesantren
yang bertumpu pada sikap akhlak mulia dan budaya menuntut ilmu yang
terus menerus.
3.
Mendorong dan membimbing siswa dalam menciptakan budaya prestasi, baik
dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sosial.
Tujuan
1. Mendidik dan membina siswa yang unggul dalam kepemimpinan yang berkarakter sebagai bekal pendidikan selanjutnya.
2.
Mendidik dan membina siswa dalam suasana pendidikan pesantren sehingga
terbentuk kepribadian yang kuat, baik akhlak maupun semangat menuntut
ilmu nya.
3.
Mengondisikan siswa dalam budaya prestasi sehingga ketika sudah lulus
dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan
negara.
Program dan Kurikulum Pendidikan
Sarana Prasarana dan Kegiatan

MTs Darussalam
Kepala
Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag
Visi
Memiliki keunggulan kepribadian dan jiwa kepemimpinan secara kaffah
Misi
1. Membangun keterampilan berbahasa asing
2. Membangun motivasi dan bakat individual
3. Meningkatkan keterampilan memimpin
4. Menanamkan nilai spiritualitas dalam sistem pembelajaran
5. Membentuk pribadi-pribadi unggulan melalui keimanan, ilmu dan amal shaleh
Tujuan
1. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi kepribadian yang didasari keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.
2. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi kemandirian dalam bersikap, bertindak dan berpikir yang berbasis Akhlakul Karimah.
3. Menciptakan pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan.
4. Menciptakan suasana kondusif dalam proses pembelajaran.
5. Menyediakan sarana dan media pembelajaran yang efektif dan inovatif.
Program dan Kurikulum Pendidikan
1. Program Reguler
: Kelas Program Reguler merupakan program pendidikan yang berorientasi
pada kompetensi siswa dengan tujuan mendidik siswa Madrasah Tsanawiyah
Al-Fadliliyah Darussalam agar mampu memahami dan mengaplikasi ilmu-ilmu
agama dan ilmu-ilmu pengetahuan umum (eksakta) serta memiliki
keunggulan al-akhlak al-karimah sebagai jawaban atas tuntutan zaman.
Kurikulum
yang diterapkan diarahkan pada pemberian pengalaman belajar yang
berorientasi pada kompetensi yang telah ditetapkan. Muatan kurikulum
tersebut terdiri dari :
a.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kemendikbud dan Kemenag yang
meliputi seluruh mata pelajaran yang diatur dalam kurikulum tersebut.
b.
Kurikulum lokal yang meliputi seluruh mata pelajaran berdasarkan
kurikulum Madrasah yang disesuaikan dengan program pendidikan yang ada
di Madrasah Tsanawiyah Al-Fadliliyah Darussalam yang berbasis pesantren,
serta kurikulum keterampilan fungsional seperti keterampilan komputer
dan bahasa asing.
2. Program Bilingual
: Kelas Program Bilingual (selanjutnya disingkat 'KPB') ini dimaksudkan
sebagai suatu wahana penggemblengan siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah
Al-Fadliliyah Darussalam dengan memiliki kemampuan di atas rata-rata
yang perlu pengembangan lebih luas dan memiliki kecakapan dalam
berbahasa Arab dan Inggris, sehingga mampu menjadi out come
(lulusan) yang dapat di andalkan baik dari segi kemampuan Intelektual
(IQ), kemampuan emosional (EQ) maupun kemampuan spiritual (SQ)-nya.
Program KPB menuntut kepada para siswa yang menjadi anggota kelasnya
mampu mempertahankan citra almamater Madrasah Tsanawiyah Al-Fadliliyah
Darussalam yang dapat diperhitungkan oleh sekolah-sekolah lanjutan
tingkat menengah atas, karena disamping memiliki keunggulan agama juga
memiliki keunggulan dalam bidang keilmuan, keterampilan dan al-Akhlak al-Karimah.
Kurikulum yang diterapkan untuk KPB terbagi menjadi dua :
a.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kemendikbud dan Kemenag
dengan bahasa pengantar dalam pembelajaran menggunakan Bahasa
Arab/Bahasa Inggris.
b.
Kurikulum lokal sebagai ciri khusus KPB ini adalah Hafalan al-Qur'an dan
Muhadharah dengan bilingual (Bahasa Arab/Bahasa Inggris).
Kurikulum KTSP dan kurikulum lokal disampaikan untuk mencapai standar out come KPB, yaitu :
1. Beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.
2. Diterima di SMA/MA Unggulan.
3. Mampu berkomunikasi dengan berbahasa Arab dan bahasa Inggris.
4. Memiliki hafalan al-Qur'an minimal 3 juz.
5. Mendapatkan nilai SKHUN yang memuaskan.
Sarana Prasarana dan Kegiatan





Sejarah Darussalam
Satu
hal yang acap dikenang oleh alumni Pesantren Darussalam adalah
kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian santrinya. Bahkan, seperti
yang kerap terucap dari K.H. Irfan Hielmy (Alm)-pendiri Pesantren Modern
Darussalam yang selalu mengajarkan kebersahajaan- setiap kali menerima
kunjungan tamu, selalu disambut dengan kalimat yang sama, seolah
menegaskan bagaimana seharusnya santri Darussalam mengambil posisi
dengan kerendah-hatian, "selamat datang di tempat kami, pesantren yang sangat sederhana."
Ihwal kebersahajaan dan kesederhanaan Darussalam ternyata sama tuanya dengan sejarah pesantren ini. Nun
di paruh 1929, 84 tahun silam, K.H. Ahmad Fadlil (wafat th. 1950),
ayahanda K.H. Irfan Hielmy (wafat th. 2010), memulai kisah kebersahajaan
dengan sebuah masjid dan sebuah bilik sebagai asrama. Santri yang
pertama kali mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak hanya
diajari ilmu-ilmu agama, akan tetapi diajak mengolah sawah, bercocok
tanam dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan
masjid. Pesantren Tjidewa, sebutan untuk komunitas baru itu, dengan
cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar dan lebih
banyak lagi santri yang mondok.
Adalah
suami-istri Mas Astapradja dan Siti Hasanah yang mewakafkan tanahnya di
Kampung Kandanggajah, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten
Ciamis Jawa Barat kepada K.H. Ahmad Fadlil. Dibantu oleh masyarakat dan
santri, Pesantren Tjidewa menapaki guratan sejarah dengan optimisme
menghilangkan benalu yang menempel dalam ajaran islam.
Menjelang
proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, di Pesantren Tjidewa sudah
mondok 400 orang santri yang mengaji ilmu tafsir, ilmu hadits, sejarah
dan perbandingan madzhab, di samping kitab-kitab ilmu sharaf dan ilmu
nahwu.
Keputusan
K.H. Ahmad Fadlil dengan hanya menerima santri putra tidak terlepas
dari kondisi saat itu yang tidak bisa terlepas dari kontelasi
keamanan akibat penjajahan Belanda. Akan tetapi karena didorong oleh
keinginan untuk melepaskan diri dari cengkraman penjajah dan ditambah
dengan meluapnya semangat santri untuk menghalau Belanda, K.H. Ahmad
Fadlil juga mengajarkan strategi berdiplomasi mengatasi tekanan
penjajah. Apalagi dengan kemampuannya berbahasa Belanda yang didapat
dari kakeknya sejak di Sekolah Rakyat (Vervolg School)- dengan mudah bisa menyerap berbagai informasi yang kelak berguna sebagai modal berdiplomasi.
Lebih
dari itu, penguasaan terhadap teks berbahasa Arab telah tampak sejak
Ahmad Fadlil muda berhasil menghapalkan kitab-kitab seperti Jauharul
Maknun, 'Uqudul Juman, Talkhisul Miftah dan syair-syair nya. Bahkan,
pada usia 31 tahun ia telah berhasil menerjemahkan Qashidah Burdah karya
Muhammad Said al-Busyiri. Sampai sekarang, Qashidah Burdah berbahasa
sunda yang merupakan karya terjemahan masterpiece K.H. Ahmad
Fadlil masih terdengar dibaca dan didendangkan oleh santri-santri di
banyak pesantren tradisional terutama di Jawa Barat.
Melalui
sejarah yang panjang (berdiri tahun 1929 oleh K.H. Ahmad Fadlil), kini
Pondok Pesantren Darussalam telah berkembang dan mencapai kemajuan yang
sangat menggembirakan. Pondok Pesantren yang pada awal berdirinya hanya
memiliki sebuah rumah tempat tinggal Kiayi, sebuah masjid dan sebuah
asrama (pondok) yang sederhana, kini telah memiliki fasilitas bangunan
yang relatif lengkap dan beberapa diantaranya cukup megah.
Disamping
peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan untuk santri, hal yang
sangat penting lain adalah pengembangan sistem pendidikannya. ketika di
banyak Pondok Pesantren lain masih mengkhususkan pada pengajian kitab,
Pesantren Darussalam mulai merintis untuk menyelenggarakan pendidikan
formal. Maka sejak dasawarsa 60-an, Pesantren Darussalam mulai
memodernisasikan sistem pendidikannya dengan mendirikan lembaga-lembaga
pendidikan formal.
Pada
tahun 1967, mulai dirintis penyelenggaraan sistem pendidikan modern
dengan mengadaptasi model klasikal dan sampai saat ini semua jenjang
pendidikan dar mulai Taman Kanak-kanak (TK) (di Pesantren Darussalam
disebut Raudlatul Athfal/RA) hingga perguruan tinggi telah ada di
pesantren ini.
Lembaga
pendidikan formal yang pertama didirikan adalah Raudlatul Athfal (Taman
Kanak-kanak) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah
Ibtidaiyah/MI (setingkat SD), lalu Madrasah Tsanawiyah Darussalam/MTsD
(setingkat SMP) pada tahun 1968. kemudian berdiri Madrasah Aliyah Negeri
Darussalam (setingkat SMA) pada tahun 1969. Selanjutnya didirikan SMA
Plus Darussalam yang merupakan lembaga pendidikan swasta pada tahun
2003. Sedangkan Pendidikan Tinggi (PT) di Pondok Pesantren Darussalam
adalah berbentuk Institut yang didirikan pada tahun 1970, dengan nama
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) yaitu Perguruan Tinggi Agama
Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan
kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam. Disamping itu, pada
tahun 1995 diselenggarakan pula Ma'had 'Aly, yaitu pendidikan tinggi
Pesantren Darussalam. Mahasantri Ma'had 'Aly ini terdiri dari lulusan
Madrasah Aliyah dan para mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam dari
berbagai fakultas yang memenuhi persyaratan, diantaranya telah mampu
membaca kitab-kitab kuning.
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN II
MAKALAH
EVALUASI
PEMBELAJARAN II
Disusun untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah
Pelajaran
Psikologi pendidikan
Dosen
Pengampu : Iis Rodiah S.pd M.pd
Disusun Oleh :
Ø Rendi
Kuswaya
Ø Aos
Mubarok
Ø Asep
Bagja N
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
GURU MADARASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
TAHUN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat rahmat dan karunia-Nya,
penulis dapat menyusun makalah Psikologi Belajar tentang Evaluasi pembelajaran
ll ini.
Proses evaluasi pembelajaran ll ini
merupakan salah satu komponen yang menunjang keberhasilan dalam menjalani
pembelajaran. Maka dari itu penulis menyusun makalah ini dengan tujuan untuk mengetahui
berhasil atau tidaknya terhadap kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta
didik
Namun demikian,
penulis tetap menyadari akan keterbatasan dalam pikiran penulis. Karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Sebagai penutup
kata, penyusun tidak lupa mengucapkan
terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu
terselesainya makalah ini.
Desember
2013
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
1.
Pendahuluan
A. Latar Belakang .............................................................................................................. 1
B. Tujuan
dan Manfaat...................................................................................................... 2
2.
Pembahasan
A. syarat syarat
evaluasi pembelajaran .............................................................................. 3
B.
pendekatan evaluasi pembelajaran................................................................................ 6
3.
Penutup
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 12
Daftar
Pustaka
BAB
1
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG
Evaluasi hasil pembelajaran atau
evaluasi hasil belajar antara lain mengguakan tes untuk melakukan pengukuran
hasil belajar sebagai prestasi belajar, dalam hal ini adalah penguasaan
kompetensi oleh setiap peserta didik
.Evaluasi
dalam proses pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting. Dengan evaluasi
kita dapat mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan proses belajar yang telah
kita lakukan. Apakah hasil evaluasi tersebut telah sesuai dengan harapan yang
kita inginkan atau masih jauh dari harapan.Oleh karena itu, dalam makalah ini
kami akan membahas lebih jauh tentang apa itu evaluasi, apa saja syarat syarat
evaluasi pembelajaran dan pendekatan evaluasi pembelajaran yang dilakukannya
dalam kegiatan evaluasi.
B.RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
syarat syarat evaluasi pembelajaran?
2. Bagaimana
caranya pendekatan dalam evaluasi?
C.
TUJUAN
Tujuan
dilaksanakannya evaluasi dan hasil pembelajaran adalah untuk mengetahui
keefektifan pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil
pembelajaran oleh setiap siswa. Informasi kedua hal tersebut pada gilirannya
sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas proses dalam kegiatan pembelajaran
dan hasil pembelajaran.
D. MANFA’AT
Manfaat
dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil pembelajaran ada beberapa hal,
diantaranya yang penting ádalah:
1. Memperoleh pemahaman pelaksanaan dan
hasil pembelajaran yang telah berlangsung atau dilaksanakan siswa.
2. Meningkatkan kualitas proses dan
hasil pembelajaran dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang
bermutu.
3. mengetahui keefektifan atau tidaknya
pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil pembelajaran oleh
setiap siswa
BAB
II
PEMBAHASAN
A.SYARAT-SYARAT
EVALUASI PEMBELAJARAN
1.
Landasan Teologi tentang Evaluasi Belajar
160. kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan
perbaikan[105] dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku
menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.
[105]
Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk
menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
35.
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-rasul daripada kamu yang
menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, Maka Barangsiapa yang bertakwa dan
Mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.
Rasulullah
bersabda:
“Mencari
ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki laki dan muslim perempuan mulai dari
buwayan sampai masuk liang lahat.”
2.
Mendidik
mendidik
dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengantarkan anak didik ke arah
kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Oleh karena itu “Mendidik”
dikatakan sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak didik.
“Mendidik” tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer
of values. “Mendidik” diartikan secara utuh, baik matra kognitif,
psikomotorik maupun afektif, agar tumbuh sebagai manusia yang berpribadi.
adalah
mengajak (memotivasi, mendukung, membantu menginspirasi, dst) orang lain untuk
melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain
(lingkungan).
Mendidik menurut para ahli:
·
Karl Heinz Pickel; ialah
usaha untuk mengajar anak, apa yang jarang dijumpai pada orang dewasa.
·
Heageveld; mengatakan mendidik adalah membantu anak dalam
mencapai Kedewasaan.
3.
Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut
mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika
hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan
kriteria (Arikunto, 1999: 65).
Cara menentukan validitas Untuk menguji validitas setiap butir soal
maka skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor
totalnya. Skor tiap butir soal dinyatakan skor X dan skor total dinyatakan
sebagai skor Y, dengan diperolehnya indeks validitas setiap butir soal, dapat
diketahui butir-butir soal manakah yang memenuhi syarat dilihat dari indeks
validitasnya (Arikunto, 1999: 78)
4.
Reliabilitas
Kata reliabilitas di ambil dari kata reliable
yang artinya dapat di percaya,seorng dapat di katakan dapat di percaya jika
orang tersebut selalu bicara ajek (konsisten),tidak berubah rubah bicaranya dari waktu ke waktu demikian juga
halnya dengan sebuah tes,tes tersebut dikatakan dapat di percaya(reliable) jika
memberikan hasil yang tetap atau ajek(konsisten) apabila di teskan
berkali-kali.jika kepada siswa di berikan tes yang sama yang pada waktu yang berlainan
maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan(rangking)yang sama atau jaek
dalam kelompoknya.
Jika di hubungkan
dengan validitas maka validitas berhubungan dengan ketepatan, sedangkan
reliabilitas berhubungan dengan ketetapan.
5.
Ekonomis
Yang di maksud
dengan ekonomis disini adalah pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan biaya
yang mahal, tenaga yang banyak dalam waktu yang lama.
6.
Objektiv
Mengenai
keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Sebuah
tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes tidak ada
factor subjektif yang mempengaruhi, terutama dalam system skoringnya.
B.
PENDEKATAN EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Pengertian
Pendekatan dalam Pembelajaran
Interaksi
dalam pembelajaran adalah bagaimana cara guru dapat meningkatkan motivasi
belajar dari siswa. Hal ini berkaitan dengan strategi apa yang dipakai oleh
guru, bagaimana guru melakukan pendekatan terhadap siswanya. Dalam sebuah
pembelajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Dalam
peranannya sebagai pembimbing, guru berusaha menghidupkan dan memberikan
motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Guru sebagai fasilitator,
guru berusaha memberikan fasilitas yang baik melalui pendekatan-pendekatan yang
dilakukan.
Proses
interaksi pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar pada siswa ialah
bagaimana cara guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan karakter
pembelajaran.
Pendekatan (approach)
pembelajaran fisika adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan agar
konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan sisiwa. Pendekatan pembelajaran
dapat diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap
proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu
proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi,
menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Dilihat
dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua
jenis pendekatan, yaitu:
1.
Pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada siswa (student
centered approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru melakukan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan
2.
Pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru
menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran.
2. Fungsi
Pendekatan dalam Pembelajaran
Fungsi
pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :
a.
Sebagai
pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan
digunakan.
b.
Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan
pembelajaran.
c.
Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.
d.
Mendiaknosis masalah-masalah belajar yang timbul,
e.
Menilai hasil
penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
.Evaluasi pembelajaran adalah suatu tindakan atau suatu
proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat sejauh mana suatu proses
pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Dan tujuan lain dalam
evaluasi belajar yaitu Mengukur kompetensi atau
kapabilitas siswa, menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan, merumuskan
rangking siswa dalam hal kesuksesan mereka di dalam yang telah disepakati,
memberikan informasi kepada guru tentang cocok tidaknya strategi mengajar yang
ia gunakan, merencanakan prosedur untuk memperbaiki rencana pelajaran.
B. Saran
Dari
makalah yang telah kami uraikan di atas, adapun saran kami adalah di harapkan
agar setiap orang mau mengevaluasi dari hasil belajar dan pembelajaran yang
telah di laksanakan. Jika setiap orang mau mengevaluasi hasil belajarnya maka
akan tercipta pendidikan yang bermutu.
Daftar Pustaka
Purwanto,
Drs. M. Ngalim. 2004. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
Arikunto,
Prof. Dr. Suharsimi. 2008. Evaluasi Program pendidikan. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Widoyoko,
Prof. Dr. S. Eko Putro. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka pelajar
Sudjana,
Dr. Nana. 2001. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Langganan:
Postingan (Atom)


0 komentar